Industri rokok internasional meningkatkan upayanya untuk menjual lebih banyak rokok lagi di Cina.
Jumlah perokok di Cina memang meningkat terus dan mencapai angka tertinggi, dengan catatan 1 dari 4 orang Cina adalah perokok.
Sementara industri rokok mendapat tekanan dari para pegiat anti rokok di negara-negara maju, pasar negara berkembang, seperti Cina, menjadi lahan untuk mengeruk keuntungan.
“Bahkan pangsa pasar yang kecil bagi industri multi-nasional tetap layak dipertimbangkan,” kata Dave Betteridge, jurubicara British American Tobacco (BAT) yang berkantor pusat di London.
BAT –yang merupakan produsen rokok terbesar kedua di dunia– jelas amat berminat untuk mendapatkan sebagian dari total pasar 350 juta perokok di Cina.
Bagaimanapun Cina sudah mulai menempuh upaya-upaya untuk mengurangi jumlah perokok.
Tahun 2005, pemerintah Beijing menanda-tangani kesepakatan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang Konvensi Pengendalian Tembakau, yang bertujuan untuk mengurangi perokok di seluruh dunia.
Para pegiat anti rokok Cina juga mulai menggelar sejumlah acara menjelang Olimpiade Beijing 2007.
Pemerintah Cina dan Komite Olimpiade Internasional (IOC menginginkan Olimipade Beijing sama sekali bersih dari rokok.
Sumber pajak
Setiap tahunnya sekitar 1,8 trilyun batang rokok di jual di seluruh Cina.
Sementara pemasukan pajak yang berasal dari para perokok Cina mencapai US$ 31 milyar, lebih tinggi dari anggaran pemerintah untuk memberi pendidikan gratis yang hanya mencapai US$ 27 milyar.
Secara proporsional, persentase perokok memang menurun namun meningkatnya jumlah penduduk Cina membuat jumlah perokok juga jadi naik.
Berdasarkan data dari WHO, antara tahun 2002 hingga 2006 tercatat sekitar 30 juta perokok baru di Cina.
Mary Assunta, dari kelompok Aliansi untuk Konvensi Pengendalian Tembakau, mengatakan pasar Cina menarik karena masih amat minimnya upaya pemerintah untuk mengendalikan rokok.
“Cina tetap menjadi tambang emas bagi perusahaan tembakau dan itulah sebabnya industri asing juga ingin masuk lebih banyak karena batasnya adalah langit,” kata Mary.
Untuk bisa meningkatkan penjualan di pasar Cina, para pemain asing menggunakan sejumlah taktik, antara lain dengan usaha patungan bersama China National Tobacco Corporation (CNTC), yang mengendalikan industri rokok Cina.
 |
 |
| Upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya rokok baru dimulai |
Philip Morris International, 2 tahun lalu sudah menanda-tangani kesepakatan dengan CNTC untuk memproduksi Marlboro di China.
Dua industri rokok besar lainnya, Imperial Tobacco dan Gallaher, juga melakukan upaya yang sama.
Sementara BAT sedang dalam tahap perundingan untuk memperluas jaringan distribusinya di Cina.
Saling berlomba
Bagaimanapun, terlepas dari segala taktik, perusahaan asing tetap saja menghadapi pembatasan dalam penjualan rokok di Cina.
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengatakan pasar tembakau Cina masih merupakan pasar monopoli dengan kendali ketat atas produksi, pemasaran, maupun perdagangan.
Tahun lalu BAT menjual 689 milyar batang rokok di seluruh dunia, namun hanya sekitar 1,2 milyar saja yang dijual di Cina.
Dan kalaupun mereka berhasil menembus hambatan pemasaran, masih ada lagi halangan dari para pegiat anti rokok yang mulai terdengar gemanya.
Kelompok ini pelan-pelan berhasil mengingatkan akan bahaya rokok, yang diperkirakan menewaskan sekitar 1 juta orang di Cina setiap tahunnya.
Guan Zhicai, seorang supir taksi yang berusia 40 tahun, mengatakan sedang berupaya untuk berhenti merokok secara perlahan-lahan.
Dia mengakui mulai menyadari bahaya rokok dan juga dampaknya bagi orang-orang di sekitarnya.
Di bandara Shenzhen, misalnya, para perokok harus berdesak-desakan di sebuah ruang kecil untuk melepas kecanduan mereka.
Walau masih belum kuat, namun upaya-upaya untuk mengurangi perokok, yang dipimpin pemerintah, mulai terasa.
Awal bulan ini, Kementrian Kesehatan Cina meminta pendapat dari warga mengenai rencana untuk melarang rokok di bis, taksi, kereta api, ruang tunggu, dan tempat umum tertutup.
Larangan sementara untuk iklan rokok masih berjalan dan ada kemungkinan diperpanjang untuk 5 tahun ke depan.
Jelas bahwa masih diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum kampanye anti rokok di Cina mencapai tingkat keberhasilan seperti di negara-negara maju.
Dan untuk sementara industri rokok internasional, yakin pasar Cina masih bisa menyumbang keuntungan besar.
Pada saat ini, industri rokok internasional yakin mereka yang akan menjadi pemenang dalam perlombaan ini.